Materi PD (Pemrograman Dasar)
Kata Kunci
PHP
Java
Python
Javascript
Git
author Ahmad Muahrdian · update terakhir 22 Apr 2016
Belajar Java: Menggunakan Prosedur dan Fungsi untuk Membuat Sub-program
# Java
Belajar Pemrograman Java untuk Pemula
Pada contoh program di pembahasan sebelumnya, kita hanya menulis kode intruksi pada fungsi main() saja.
Fungsi main() adalah fungsi utama dalam program Java. Semua kode yang kita tulis di dalamnya, akan langsung dieksekusi.
Tapi masalahnya sekarang:
“Bagaimana kalau kita membuat program yang cukup besar, apakah kita masih bisa menulis semua kodenya di dalam fungsi main()?”
Bisa-bisa saja, tapi kurang efektif dan akan menghabiskan banyak tenaga untuk mengetik kodenya.
Belum lagi kalau ada error…
“Lalu solusinya bagaimana?”
Solusinya menggunakan prosedur/fungsi.
Prosedur/fungsi dapat memecah program menjadi sub-sub program, sehingga kita bisa membuat program lebih efisien.
Penggunaan prosedur/fungsi dapat mengurangi pengetikan kode yang berulang-ulang.
Pada kesempatan ini, kita akan belajar menggunakan prosedur/fungsi pada Java untuk membuat program.
Pertama, kita kenalan dulu dengan prosedur dan fungsi. Setelah itu, dilanjutkan dengan contoh program.
Pengertian Prosedur, Fungsi, dan Method
Jangan bingung…karena ketiga-tiganya sama.
Prosedur, Fungsi, dan Method itu sama.
Prosedur adalah sebutan untuk fungsi yang tidak mengembalikan nilai. Fungsi ini biasanya ditandai dengan kata kunci void.
Fungsi adalah sebutan untuk fungsi yang mengembalikan nilai.
Method adalah fungsi yang berada di dalam Class. Sebutan ini, biasanya digunakan pada OOP.
Untuk memudahkan, mari kita sebut semuanya fungsi.
Cara Membuat Fungsi di Java
Fungsi harus dibuat atau ditulis di dalam class.
Struktur dasarnya seperti ini:
static TypeDataKembalian namaFungsi(){
// statemen atau kode fungsi
}
Penjelasan:
Kata kunci static, artinya kita membuat fungsi yang dapat dipanggil tanpa harus membuat instansiasi objek.
Bingung? Nanti saya jelaskan.
TypeDataKembalian adalah tipe data dari nilai yang dikembalikan setelah fungsi dieksekusi.
namaFungsi() adalah nama fungsinya. Biasanya ditulis dengan huruf kecil di awalnya. Lalu, kalau terdapat lebih dari satu suku kata, huruf awal di kata kedua ditulis kapital.
Contoh:
static void ucapSalam(){
System.out.println("Selamat Pagi");
}
Tipe data void artinya kosong, fungsi tersebut tidak mengebalikan nilai apa-apa.
Cara Memanggil/Eksekusi Fungsi
Setelah kita membuat fungsi, selanjutnya kita akan mengeksekusi fungsinya.
Fungsi dapat dipanggil dari fungsi main atau dari fungsi yang lainnya.
Contoh pemanggilan fungsi dalam dalam funsgi main:
public static void main(String[] args){
ucapSalam();
}
Maka akan menghasilkan output:
Selamat Pagi
Kode lengkapnya, silahkan dicoba sendiri:
class BelajarFungsi {
// membuat fungsi ucapSalam()
static void ucapSalam(){
System.out.println("Selamat Pagi");
}
// membuat fungsi main()
public static void main(String[] args){
// memanggil/eksekusi fungsi ucapSalam()
ucapSalam();
}
}
Fungsi dengan Parameter
Parameter adalah variabel yang menampung nilai untuk diproses di dalam fungsi. Parameter berperan sebagai input untuk fungsi.
Struktur dasarnya seperti ini:
static TipeData namaFungsi(TipeData namaParameter, TipeData namaParameterLain){
// kode fungsi
}
Penjelasan:
Parameter ditulis di antara tanda kurung (...);
Parameter harus diberikan tipe data;
Bila terdapat lebih dari satu parameter, maka dipisah dengan tanda koma.
Contoh fungsi yang memiliki parameter:
static void ucapin(String ucapan){
System.out.println(ucapan);
}
Pada contoh tersebut, kita membuat parameter bernama ucapan dengan tipe String. Sehingga kita bisa menggunakan variabel ucapan di dalam fungsi.
Cara pemanggilan fungsi yang memiliki parameter:
ucapin("Hallo!");
ucapin("Selamat datang di pemrograman Java");
ucapin("Saya kira ini bagian terakhir");
ucapin("Sampai jumpa lagi, ya!");
Hasil outputnya:
Hallo!
PHP
Java
Python
Javascript
Git
author Ahmad Muahrdian · update terakhir 22 Apr 2016
Belajar Java: Menggunakan Prosedur dan Fungsi untuk Membuat Sub-program
# Java
Belajar Pemrograman Java untuk Pemula
Pada contoh program di pembahasan sebelumnya, kita hanya menulis kode intruksi pada fungsi main() saja.
Fungsi main() adalah fungsi utama dalam program Java. Semua kode yang kita tulis di dalamnya, akan langsung dieksekusi.
Tapi masalahnya sekarang:
“Bagaimana kalau kita membuat program yang cukup besar, apakah kita masih bisa menulis semua kodenya di dalam fungsi main()?”
Bisa-bisa saja, tapi kurang efektif dan akan menghabiskan banyak tenaga untuk mengetik kodenya.
Belum lagi kalau ada error…
“Lalu solusinya bagaimana?”
Solusinya menggunakan prosedur/fungsi.
Prosedur/fungsi dapat memecah program menjadi sub-sub program, sehingga kita bisa membuat program lebih efisien.
Penggunaan prosedur/fungsi dapat mengurangi pengetikan kode yang berulang-ulang.
Pada kesempatan ini, kita akan belajar menggunakan prosedur/fungsi pada Java untuk membuat program.
Pertama, kita kenalan dulu dengan prosedur dan fungsi. Setelah itu, dilanjutkan dengan contoh program.
Pengertian Prosedur, Fungsi, dan Method
Jangan bingung…karena ketiga-tiganya sama.
Prosedur, Fungsi, dan Method itu sama.
Prosedur adalah sebutan untuk fungsi yang tidak mengembalikan nilai. Fungsi ini biasanya ditandai dengan kata kunci void.
Fungsi adalah sebutan untuk fungsi yang mengembalikan nilai.
Method adalah fungsi yang berada di dalam Class. Sebutan ini, biasanya digunakan pada OOP.
Untuk memudahkan, mari kita sebut semuanya fungsi.
Cara Membuat Fungsi di Java
Fungsi harus dibuat atau ditulis di dalam class.
Struktur dasarnya seperti ini:
static TypeDataKembalian namaFungsi(){
// statemen atau kode fungsi
}
Penjelasan:
Kata kunci static, artinya kita membuat fungsi yang dapat dipanggil tanpa harus membuat instansiasi objek.
Bingung? Nanti saya jelaskan.
TypeDataKembalian adalah tipe data dari nilai yang dikembalikan setelah fungsi dieksekusi.
namaFungsi() adalah nama fungsinya. Biasanya ditulis dengan huruf kecil di awalnya. Lalu, kalau terdapat lebih dari satu suku kata, huruf awal di kata kedua ditulis kapital.
Contoh:
static void ucapSalam(){
System.out.println("Selamat Pagi");
}
Tipe data void artinya kosong, fungsi tersebut tidak mengebalikan nilai apa-apa.
Cara Memanggil/Eksekusi Fungsi
Setelah kita membuat fungsi, selanjutnya kita akan mengeksekusi fungsinya.
Fungsi dapat dipanggil dari fungsi main atau dari fungsi yang lainnya.
Contoh pemanggilan fungsi dalam dalam funsgi main:
public static void main(String[] args){
ucapSalam();
}
Maka akan menghasilkan output:
Selamat Pagi
Kode lengkapnya, silahkan dicoba sendiri:
class BelajarFungsi {
// membuat fungsi ucapSalam()
static void ucapSalam(){
System.out.println("Selamat Pagi");
}
// membuat fungsi main()
public static void main(String[] args){
// memanggil/eksekusi fungsi ucapSalam()
ucapSalam();
}
}
Fungsi dengan Parameter
Parameter adalah variabel yang menampung nilai untuk diproses di dalam fungsi. Parameter berperan sebagai input untuk fungsi.
Struktur dasarnya seperti ini:
static TipeData namaFungsi(TipeData namaParameter, TipeData namaParameterLain){
// kode fungsi
}
Penjelasan:
Parameter ditulis di antara tanda kurung (...);
Parameter harus diberikan tipe data;
Bila terdapat lebih dari satu parameter, maka dipisah dengan tanda koma.
Contoh fungsi yang memiliki parameter:
static void ucapin(String ucapan){
System.out.println(ucapan);
}
Pada contoh tersebut, kita membuat parameter bernama ucapan dengan tipe String. Sehingga kita bisa menggunakan variabel ucapan di dalam fungsi.
Cara pemanggilan fungsi yang memiliki parameter:
ucapin("Hallo!");
ucapin("Selamat datang di pemrograman Java");
ucapin("Saya kira ini bagian terakhir");
ucapin("Sampai jumpa lagi, ya!");
Hasil outputnya:
Hallo!
Komentar
Posting Komentar